Rapat tersebut juga menitikberatkan pada upaya sinkronisasi data dan langkah antisipatif menghadapi perubahan iklim yang berpotensi memicu penurunan produksi pertanian. BMKG Sulbar memaparkan proyeksi kondisi cuaca dan potensi kekeringan yang perlu diwaspadai oleh seluruh pemangku kepentingan.
Semmentara Kadis TPHP Sulbar Hamdani menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman El Nino. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan terukur.
Upaya ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah. Gubernur mengarahkan agar seluruh perangkat daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim serta memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipatif dan kolaboratif.
“Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus meminimalisasi dampak El Nino terhadap perekonomian masyarakat Sulawesi Barat,” ungkapnya. (**)


















