BeritaNasionalRagam Wisata

Bangga! Jurnalis PWI Enrekang Sarimin Lamada Juara 4 Lomba Desain Batik Khas Massenrempulu Tingkat Nasional

723
×

Bangga! Jurnalis PWI Enrekang Sarimin Lamada Juara 4 Lomba Desain Batik Khas Massenrempulu Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Prestasi membanggakan datang dari insan pers di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Di tengah rutinitasnya sebagai jurnalis, Sarimin Lamada, anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Enrekang, berhasil menyabet Juara 4 dalam Lomba Desain Batik Khas Enrekang Massenrempulu tingkat nasional.

Lomba yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Enrekang ini diikuti oleh puluhan desainer profesional dari berbagai daerah, termasuk Pulau Jawa dan Makassar. Pengumuman pemenang berlangsung usai Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Lapangan Abubakar Lambogo, Enrekang, Senin (4/5/2026).

Sarimin sukses menembus jajaran lima besar dengan karyanya yang diberi judul “Batik Utan Loro Enrekang”. Motif “Utan Loro” yang berarti “Hutan Dua” itu mengangkat filosofi harmoni antara kemegahan Gunung Latimojong dan aliran Sungai Saddang, dua identitas alam yang menjadi nafas budaya Massenrempulu.

Kesuksesan Sarimin mendapat apresiasi tinggi dari PWI Kabupaten Enrekang. Pengurus dan anggota PWI setempat menyatakan rasa bangga sekaligus menilai bahwa capaian ini menjadi bukti nyata insan pers memiliki multitalenta dan kepedulian tinggi terhadap kebudayaan daerah.

Ini bukti bahwa jurnalis tidak hanya piawai menulis berita, tapi juga mampu melahirkan karya seni yang mengangkat marwah daerah. Sarimin adalah teladan bahwa profesi wartawan selaras dengan misi pemajuan kebudayaan,” demikian pernyataan PWI Enrekang dalam rilisnya, Senin.

Sarimin Lamada diketahui telah aktif sebagai anggota PWI Enrekang selama empat tahun terakhir. Ia dikenal konsisten meliput isu-isu pendidikan, budaya, dan pembangunan daerah.

Setelah penetapan juara, Sarimin mengaku bersyukur dan terharu. “Sebagai jurnalis, saya biasa menulis Enrekang dengan kata-kata. Lewat batik Utan Loro ini, saya ingin menulis Enrekang dengan warna, agar dikenal Indonesia,” ujarnya kepada Jurnaltivi.com.

Lebih lanjut, PWI Enrekang berharap prestasi ini mampu menginspirasi jurnalis lainnya untuk terus berkarya lintas bidang. Tak hanya itu, PWI juga mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang beserta Dekranasda untuk segera mematenkan motif Batik Utan Loro.

Kami mendorong agar batik ini diproduksi sebagai ikon wastra resmi Massenrempulu. Sangat layak dikenakan oleh ASN, guru, pelajar, hingga masyarakat umum dalam berbagai kegiatan resmi dan keseharian,” harap PWI Enrekang. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *