Polman, Jurnaltivi.com-Penuntasan dugaan kasus korupsi proyek studi kelayakan (feasibility study/FS) pembangunan bandara di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mendapat sorotan tajam dari Ketua Gerakan rakyat Anti Korupsi (Gerak) Indonesia Sulbar, Arman, menduga penanganan kasus senilai Rp 1,4 miliar ini berpotensi menemui jalan buntu akibat lambatnya penetapan tersangka.
“Dalam kasus dugaan korupsi proyek studi kelayakan Bandara di Polman pihak penyidik ada indikasi tebang pilih akibatnya mandek penyidikan di tengah jalan.Padahal dalam kasus tersebut sudah ada puluhan saksi dari jajaran mantan pejabat Pemkab Polman telah diperiksa secara masif,”ungkap Ketua Gerak Indonesia, Arman, dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Minggu (20/9/2026).
Lebih jauh, Arman, mengatakan, Proyek kajian ini menelan dana Rp 1,4 miliar melalui APBD dua tahap (2018 sebesar Rp 600 juta dan 2021 sebesar Rp 800 juta). Namun, hingga detik ini, wujud fisik bandara perintis tersebut sama sekali tidak pernah terealisasi.















