Berita

Hidayat Akbar : MAKI Sulsel Mitra Strategi Pemerintah Ikut Perangi Narkotika

505
×

Hidayat Akbar : MAKI Sulsel Mitra Strategi Pemerintah Ikut Perangi Narkotika

Sebarkan artikel ini

Sekcam Tamalate : Sosialisasi P4GN MAKI Sulsel Siap Digelar Kembali

JURNALTIVI.COM, MAKASSAR – Rencana kegiatan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang digelar Lembaga Masyarakat Anti Narkoba Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan di Kecamatan Tamalate batal terlaksana, Rabu (13/5/2026).

Panitia mengaku kecewa karena kegiatan tingkat Kota Makassar itu dinilai tidak mendapat dukungan maksimal dari pihak kecamatan.

Kegiatan bertema “Lorongku Bersinar, Keluarga Bebas Narkoba” tersebut merupakan bagian dari program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). Sosialisasi ini juga dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan keluarga berbasis lorong serta meningkatkan edukasi deteksi dini penyalahgunaan narkoba yang seyogyanya digelar di aula Kantor Kecamatan Tamalate, Jalan Danau Tanjung Bunga Rabu (13/5/2026).

Ketua MAKI Sulsel, Hidayat Akbar, mengatakan kegiatan tersebut sedianya menjadi agenda awal dari rangkaian sosialisasi di 15 kecamatan se-Kota Makassar, dimulai dari Kecamatan Tamalate.

“Ini kegiatan tingkat kota yang kami mulai dari Kecamatan Tamalate. Namun sangat kami sayangkan karena satu jam lebih kami menunggu, tidak ada satu pun peserta dari kelurahan yang hadir,” ujar Hidayat kepada awak media.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan sejak satu bulan sebelumnya kepada Pemerintah Kota Makassar dan Kecamatan Tamalate, termasuk permintaan penggunaan aula, menghadirkan peserta dari unsur tokoh masyarakat, pemuda, ketua RT/RW, serta penunjukan liaison officer (LO).

“Kami sudah menyurat jauh hari, bahkan dua minggu sebelum kegiatan kami intens berkoordinasi. Tetapi sampai pukul 10.00 Wita, tidak ada peserta yang hadir. Ini yang membuat kami merasa tidak dihargai,” tegasnya.

Menurut Hidayat, MAKI merupakan salah satu dari empat lembaga kesejahteraan sosial (LKS) bidang narkotika yang terdaftar dan memiliki SKT dari Dinas Sosial Kota Makassar. Ia menilai, semangat kolaborasi dalam mendukung program “Makassar Bersinar” seharusnya mendapat dukungan penuh.

“Kami bergerak dengan anggaran mandiri tanpa membebani pemerintah. Niat kami ingin bersinergi mendukung program prioritas wali kota dalam penanganan narkoba, tapi justru tercederai dengan kondisi seperti ini,” tambahnya.

Hidayat menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan tindak lanjut dan berharap ada evaluasi dari pemerintah setempat agar kejadian serupa tidak terulang pada kecamatan lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pembina MAKI Sulsel, Yusri Maliang, menyebut pembatalan kegiatan tersebut sangat disayangkan mengingat Tamalate merupakan basis awal pembentukan MAKI.

“Kami memulai dari Tamalate karena lembaga ini juga berada di sini. Tetapi setelah menunggu cukup lama, peserta tidak kunjung hadir. Bahkan ada yang mengaku baru mendapat informasi pagi tadi,” ungkap Yusri.

Ia menilai lemahnya koordinasi internal di tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Surat sudah kami sampaikan jauh sebelumnya. Kalau memang ada kendala, seharusnya disampaikan sejak awal. Jangan sampai kegiatan yang tujuannya untuk kepentingan masyarakat justru terhambat karena kurangnya komunikasi,” katanya.

Meski demikian, MAKI Sulsel tetap berkomitmen melanjutkan agenda sosialisasi di kecamatan lain sebagai bagian dari upaya masif menekan peredaran narkoba hingga ke tingkat lorong dan RT/RW.

“Kami ingin setiap kelurahan memiliki anggota pengawas yang mendampingi masyarakat dalam pencegahan narkoba. Ini komitmen kami untuk menjaga generasi dari ancaman narkotika,” tutup Yusri.

Sekretaris Kecamatan Tamalate Saddan Musba (Berbaju Kopri ). Foto : Istimewa

Sementara itu, penjelasan dari pihak Pemerintah Kecamatan Tamalate melalui Sekretaris Saddan Musba, menyampaikan permohonan maaf atas tertundanya kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan bahwa ini murni kesalahan prosedur persuratan. Undangan tidak terdistribusi dengan baik ke pihak kelurahan maupun tokoh masyarakat,” ujar Saddan saat menclarfikasi batalnya kegiatan tersebut di Daun Coffe Jalan Daeng Tata Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya koordinasi telah dilakukan bersama panitia MAKI Sulsel, bahkan melibatkan unsur kepolisian. Namun, terjadi miskomunikasi dalam pendistribusian undangan ke peserta.

“Kami akui ada keterlambatan dalam mendistribusikan undangan ke masing-masing kelurahan. Itu menjadi tanggung jawab kami,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak kecamatan berkomitmen menggelar kembali kegiatan serupa dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh stakeholder yang dibutuhkan.

“Insya Allah minggu depan kami akan laksanakan kembali kegiatan ini dengan menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh unsur terkait,” ungkapnya.

Saddan juga mengapresiasi inisiatif MAKI Sulsel dalam mendukung upaya pencegahan narkoba di Makassar. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sangat penting dalam mewujudkan kota yang aman dan bebas narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *