Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari tata kelola kampus yang berjalan baik. Sinergi antara penyelenggara dan pengelola kampus terus dibangun dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Kami terus mendorong peningkatan kualitas SDM. Kalau sumber daya manusianya unggul, maka kualitas institusinya juga akan semakin baik,” katanya.
Sementara itu, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Mega Rezky, Prof. Muhammad Tahir Malik, menyoroti tantangan politik Indonesia di era digital.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus disosialisasikan agar demokrasi tidak dipenuhi hoaks maupun kepentingan individual.
“Kesadaran masyarakat dalam memahami nilai-nilai Pancasila sangat penting agar tidak mudah terpengaruh informasi digital yang menyesatkan,” jelas Prof Dr drs Muhammad Tahir Malik Msi.
Terkait melemahnya nilai rupiah, Prof. Tahir menilai pemerintah perlu memperkuat basis ekonomi masyarakat dan memaksimalkan penggunaan rupiah dalam transaksi nasional.


















