Chipta menambahkan, komitmen PLN Icon Plus dalam membangun konektivitas digital juga perlu diiringi dengan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak. Karena itu, kegiatan seperti Bangkit dari Kode menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan nilai sosial yang berkelanjutan melalui pendidikan, literasi digital, dan inklusi.
Sekretaris Perusahaan PLN Icon Plus, Yulia Takuma Dewi, mengatakan bahwa pengalaman belajar yang nyaman menjadi kunci penting agar anak-anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih percaya diri.
“Kami berharap anak-anak dapat menikmatiproses belajar dengan nyaman dan berani mencoba hal-hal baru melalui suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Setiap anak memiliki potensi, dan tugas kita bersama adalah menghadirkan ruang yang membuat mereka merasa aman, diterima, dan didukung untuk berkembang,” ujar Yulia.
Ketua Forum Peduli Autisme Jawa Timur, Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., G.Cert.Ed.,M.Sc, turut mengapresiasi hadirnya kelas coding inklusif ini. Menurutnya, program tersebut memberikan ruang belajar baru bagi anak-anak dengan spektrum autisme untuk mengenal teknologi melalui cara yang lebih ramah dan sesuai dengan kebutuhan mereka.


















