“Di era digital, penguasaan teknologi, data, dan kecerdasan buatan bukan lagi pelengkap, tapi kebutuhan. Ini krusial untuk mendukung pengambilan keputusan strategis di bidang pertahanan,” ujarnya Minggu (7/6/2026).
FMP sendiri punya peran sentral mencetak pengelola pertahanan yang efektif, efisien, dan berorientasi masa depan. Dengan latar belakang Brigjen Fitry, fakultas ditargetkan melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap jadi pengambil kebijakan.
Dengan pengalaman profesional yang luas serta jejak akademik yang kuat, penunjukan Brigjen TNI Dr. Fitry Taufiq Sahary jadi momentum. Momentum untuk memperkuat sinergi akademik, teknologi, dan pertahanan demi kemajuan bangsa Indonesia.


















