Ia menilai kritik yang dibangun berdasarkan fakta dan data yang valid justru diperlukan dalam kehidupan demokrasi. Kritik yang konstruktif dapat menjadi instrumen koreksi sekaligus masukan bagi pemerintah dalam memperbaiki kualitas kebijakan publik.
Sebaliknya, menurut Idrus, ketika sebuah narasi dibangun melalui potongan informasi yang tidak utuh, asumsi yang belum terverifikasi, atau generalisasi yang berlebihan, maka yang muncul bukan pencerahan melainkan menimbulkan kebingungan dan bahkan perpecahan di tengah masyarakat.
Karena itu, Idrus mengingatkan pentingnya membedakan antara kritik yang berbasis fakta, data dengan narasi yang dibangun dari kesimpulan yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dalam konteks pembangunan di Merauke, Idrus menilai salah satu persoalan mendasar yang sering muncul adalah kecenderungan melihat berbagai isu melalui kacamata regionalisme yang sempit. Cara pandang seperti itu, menurut dia, tidak hanya keliru tetapi juga berpotensi merusak fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.


















