Idrus mengaku tidak ingin terjebak pada perdebatan mengenai motif di balik pembuatan film Pesta Babi. Ia menghormati hak para pembuat film untuk menyampaikan pandangan dan kritik melalui karya yang dibuat. Namun, ia juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak yang sama untuk memberikan penilaian kritis terhadap karya tersebut.
Menurut dia, dalam demokrasi tidak ada satu pun karya yang kebal dari kritik. Karena itu, seluruh pandangan yang berkembang harus diuji melalui fakta dan kondisi nyata di lapangan.
“Kalau ada yang menilai film itu sebagai kritik sosial yang murni, silakan. Tetapi kalau ada juga yang menduga terdapat kepentingan tertentu di balik narasi yang dibangun, itu juga merupakan bagian dari ruang demokrasi. Yang terpenting adalah semua pandangan tersebut diuji oleh fakta,”tegasnya.
Idrus juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah melakukan generalisasi dengan menyamakan seluruh program pembangunan saat ini dengan pengalaman masa lalu.
Menurut Idrus, setiap kebijakan memiliki konteks, pendekatan, tujuan, dan mekanisme yang berbeda sehingga harus dinilai secara objektif.


















