BERITA

Enrekang Menorehkan Prestasi di Festival Anak Sulsel 2026

983
×

Enrekang Menorehkan Prestasi di Festival Anak Sulsel 2026

Sebarkan artikel ini

Makassar, Jurnaltivi.com – Kabupaten Enrekang menorehkan prestasi membanggakan. Untuk pertama kalinya, Enrekang berhasil membawa pulang penghargaan dari Festival Anak Sulawesi Selatan 2026.

Penghargaannya? Sertifikat kategori “Inisiator” untuk Forum Anak dan Duta Anak Sulsel.

Sertifikat itu langsung diterima Ketua Forum Anak Enrekang, Mutmainnah, dan Duta Anak Sulsel asal Enrekang, Achmad Rivaldy Akbar.

Festival sendiri digelar 11-13 Juli 2026 di Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan Makassar. Pesertanya dari seluruh kabupaten/kota se-Sulsel.

Di festival ini, Enrekang mengirim dua kategori peserta.

Pertama, pengurus Forum Anak yang direkomendasikan ke tingkat provinsi. Mereka adalah Mutmainnah dan Aina Khairatul Nisa, keduanya dari SMAN 2 Enrekang.

Lalu ada juga pengurus Forum Anak Masenrempulu: Rabiatul Adewiya, Nur Asmi Ramadani, Nur Nabilah (SMAN 2 Enrekang), dan Andi Audia Annisa (SMPN 1 Miawa).

Kedua, peserta Duta Anak hasil seleksi kabupaten. Namanya: Aina Khairatul Nisa, Rachel Faizah Maha Dewi (SMAN 5 Enrekang), Achmad Rivaldy Akbar (SMAN 2), dan Akram (SMAN 3 Enrekang).

Kadis P3A Enrekang, Dr Ir Sulviah ST MT, bersyukur.

Sepanjang ada Festival Anak Sulsel, baru kali ini Enrekang dapat penghargaan,” ungkapnya.

Dia bilang, ini berkat dukungan penuh dari Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK selaku Bunda Forum Anak, dan semua stakeholder.

Sulviah juga berharap kolaborasi lintas sektor terus ditingkatkan.

Urusan anak itu kompleks. Kita sudah kerja sama dengan banyak lembaga lewat MoU. Tujuannya biar hak terbaik anak di Enrekang terpenuhi,” sambungnya.

Dari 9 hak anak di UU 35/2014, dua yang nyambung dengan festival ini. Yakni hak hidup dan berkembang, serta hak bermain dan berkreasi.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Sumardin, SE, MAP, menambahkan bahwa penghargaan ini ada proses panjang.

Ini bukan hasil instan. Anak-anak kita kerja keras. DP3A hanya mendampingi dan mengarahkan,” terangnya.

Usaha, kata Sumardin, tidak mengkhianati hasil.

Ke depan, dia berharap forum anak terus meluas hingga kecamatan dan desa.

Kalau banyak anak terlibat, efeknya besar. Mereka punya wadah, bisa kurangi bullying, kecanduan HP, kekerasan, sampai perilaku menyimpang lainnya,” jelasnya.

Anak-anak juga dilatih jadi pelapor dan pelopor. Baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Target kita jelas: Enrekang sebagai Kabupaten Layak Anak. InsyaAllah,” pungkas Sumardin. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *