Ditutup Air Mata dan Sebutan Orang tuanya dan Keluarga
Prof. Erma menutup pidatonya dengan kalimat yang menggema di ruang sidang. Ia menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukanlah garis akhir.
“Guru Besar bukan sekadar pengakuan atas capaian ilmiah, tetapi panggilan untuk menjaga martabat ilmu pengetahuan agar tetap berpihak pada kehidupan, kemanusiaan, dan masa depan peradaban,” tuturnya.
Detik-detik terakhir pidatonya, suasana berubah haru. Suara Prof. Erma bergetar. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyebut satu per satu nama keluarganya.
Momen itu menjadi ungkapan syukur terdalam atas doa, dukungan, dan cinta yang mengantarnya hingga ke puncak jabatan akademik tertinggi.
Optimisme UNM ke Depan
Dengan bertambahnya lima Guru Besar, UNM optimistis dapat semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Acara turut dihadiri jajaran Senat, keluarga, dan kolega. Apresiasi khusus mengalir kepada Prof. Erma atas gagasan dan keteladanan yang ia tunjukkan.















