Dosen pengampu lainnya, Dr. Saidang, menilai pendidikan kewirausahaan harus memberikan pengalaman nyata agar mahasiswa memiliki keberanian membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.
“Perguruan tinggi perlu menghadirkan pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja,” katanya.
Melalui model evaluasi tersebut, mahasiswa menjalani seluruh tahapan pengembangan sebuah usaha, mulai dari mengidentifikasi masalah pendidikan, merancang solusi, menyusun model bisnis, mempromosikan produk, hingga mempresentasikannya di hadapan calon pengguna.
Bagi UNIMEN, pelaksanaan Mini Exhibition menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perubahan dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Pendekatan berbasis proyek tidak hanya mendorong lahirnya karya akademik, tetapi juga membuka peluang agar ide-ide mahasiswa berkembang menjadi produk dan layanan yang dapat diterapkan secara nyata. (Tim/JTV)















