Anak-anak kita boleh punya cita-cita setinggi langit dan menguasai teknologi. Tapi jangan pernah lupa dari mana kita berasal. Kenali budayamu, cintai daerahmu, banggakan Enrekang,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Enrekang, Sulviah, melaporkan sejumlah capaian selama rangkaian HAN tahun ini. Salah satu yang paling monumental adalah pengukuhan 179 pengurus Forum Anak Kecamatan se-Kabupaten Enrekang.
Perlu kami laporkan bahwa Forum Anak Kecamatan sudah 7 tahun vakum. Ini tentu mempengaruhi penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Alhamdulillah, hari ini kita sudah mengukuhkan serentak 179 pengurus,” jelas Sulviah dalam laporannya.
Ia menambahkan, sebelum pengukuhan, anak-anak juga melaksanakan Musrenbang Anak yang terbagi dalam lima klaster Kabupaten Layak Anak. Dari forum tersebut, lahir 18 poin Suara Anak yang disampaikan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Enrekang.
Puncak acara semakin semarak dengan digelarnya lomba menari tradisional, lomba menyanyi solo lagu daerah, serta lomba video edukasi tentang dampak buruk penggunaan gadget berlebihan. Tak ketinggalan, ada pula penampilan permainan tradisional yang diharapkan bisa mengajak anak-anak Enrekang meluangkan waktu untuk bermain.















