BeritaEkonomi dan BisnisNasional

Jaminan Gagal Panen Jagung di Enrekang Segera Diteken, Lahan 500 Hektare Siap Diproteksi Jasindo

104
×

Jaminan Gagal Panen Jagung di Enrekang Segera Diteken, Lahan 500 Hektare Siap Diproteksi Jasindo

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Pemerintah Kabupaten Enrekang segera merealisasikan program jaminan gagal panen untuk komoditas jagung. Dalam waktu dekat, perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) bakal segera diteken.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Enrekang, Ikbar Ashadi, mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi momen fokus baru bagi pemda setelah sebelumnya program serupa berjalan untuk komoditas padi.

Tahun ini kita tingkatkan jaminan gagal panen ke komoditas jagung setelah komoditas padi,” ujar Ikbar, Jumat (21/8/2026).

Ikbar menyebut, saat ini komunikasi intensif dengan pihak Jasindo sudah berjalan. PKS untuk asuransi jagung periode tanam Oktober-Maret pun disebutnya sudah di depan mata.

Perjanjian dengan Jasindo dalam waktu dekat akan segera kita laksanakan,” tegasnya.

Untuk komoditas padi sendiri, Ikbar menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat memberikan jaminan gagal panen seluas 1.000 hektare dengan skema pendanaan 80 persen dari APBN. Artinya, Pemda hanya perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp36 juta atau 20 persen dari total kebutuhan.

Dengan adanya dukungan dana dari APBN, Pemda tinggal menyiapkan anggaran sekitar 36 juta atau 20 persen untuk komoditas padi,” jelasnya.

Nah, lantaran anggaran padi sudah terbantu oleh pusat, Ikbar memastikan alokasi anggaran pemda bisa dialihkan untuk memperkuat jaminan bagi petani jagung.

Jadi, anggaran yang sudah diprogramkan untuk padi, karena telah mendapat bantuan dari APBN, kita fokuskan anggarannya ke jaminan untuk jagung,” tambahnya.

Pada tahap awal, kerja sama untuk jagung ini akan mencakup lahan seluas 200 hingga 500 hektare . Padahal, total luas tanam jagung di Enrekang mencapai sekitar 12.500 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Enrekang, Maiwa, Baraka, Curio, Cendana, Buntu Batu, dan Malua. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *