BERITAKESEHATAN

Prevalensi Stunting Sulbar 27,25 Persen, Majene Tertinggi dan Mamuju Tengah Terendah

177
×

Prevalensi Stunting Sulbar 27,25 Persen, Majene Tertinggi dan Mamuju Tengah Terendah

Sebarkan artikel ini

Mamuju,Jurnaktivi.com-Prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Barat tercatat 27,25 persen berdasarkan data prevalensi stunting per Juli 2026 yang bersumber dari Aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), diperbarui per 19 Agustus 2026.

Dari 73.470 balita yang telah diukur, sebanyak 20.023 balita tercatat masuk kategori stunting.

Data tersebut menunjukkan cakupan pengukuran balita di Sulawesi Barat telah mencapai 69,08 persen dari total sasaran 106.355 balita. Kabupaten Majene menjadi daerah dengan prevalensi tertinggi, yakni 32,02 persen, disusul Mamasa 29,77 persen, Mamuju 29,49 persen, Polewali Mandar 27,35 persen, Pasangkayu 22,90 persen, dan Mamuju Tengah menjadi daerah dengan prevalensi terendah, yakni 18,84 persen. Cakupan pengukuran tertinggi tercatat di Pasangkayu sebesar 76,68 persen.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran penting dalam mengevaluasi dan memperkuat intervensi penanganan stunting di Sulawesi Barat. Menurutnya, pengukuran dan pencatatan pertumbuhan balita harus terus diperkuat agar setiap anak yang mengalami masalah pertumbuhan dapat segera mendapatkan intervensi sesuai kebutuhannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *