Berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Bukan Rasyid, tokoh penggerak penolak tambang LTJ di Botteng, menurutnya, gerakan penolakan yang dilakukan oleh kalian di mahasiswa dan tokoh adat masyarakat Desa Botteng tetap berlanjut.
“Dalam dialog yang digelar hari ini kami tidak mendapatkan poin yang kami harapkan dari PT Perminas. Data yang kami harapkan dari pihak PT Perminas dalam dialog kali ini belum ada yang kami dapatkan,” ujar Busman Rasyid, dalam keterangan pers usai digelar dialog dengan PT Perminas.
Lebih jauh Busman Rasyid, mengatakan, berita acara yang mereka buat disela sela dialog antara PT Perminas dengan mahasiswa tidak diterima oleh pihak PT Perminas
“Dalam berita acara yang dibuat secara singkat tersebut tertera bahwa kelompok kami tetap berada di garis perlindungan masyarakat yaitu melindungi ruang hidup masyarakat, adat istiadat dan budaya lokal. Namun karena ada kata menolak makanya PT Perminas tidak menerima berita acara kami, ” ujarnya.
Langkah yang akan diambil oleh pihak aliansi mahasiswa dan kelompok adat, mereka akanengambil langkah hukum.















