Selain persoalan teknis, komunikasi publik PLN juga dinilai buruk. Masyarakat tidak mendapatkan informasi cepat, transparan, dan rinci terkait penyebab gangguan maupun estimasi waktu pemulihan. Hal tersebut memicu kepanikan serta menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan PLN.
“Fakta bahwa satu gangguan mampu melumpuhkan listrik hampir seluruh Sulsel menunjukkan adanya kegagalan serius dalam desain dan manajemen sistem kelistrikan. Ini bukan semata-mata faktor cuaca, tetapi bentuk kelalaian struktural yang harus dipertanggungjawabkan,”tegasnya.
Pemadaman listrik berulang dan kembali ini di bulan yang sama september ini 2026. membuat masyarakat Kota Makassar resah.
Kondisi tersebut membuat turun tangan dari Ketua Umum Ormas Semut Hitam indonesia, Saripudin alias Puput, yang mempertanyakan keseriusan dan kesiapan pengelolaan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan.
Menurut Saripudin Puput, pemadaman listrik bukan sekadar persoalan aliran listrik terhenti selama 4 jam lamanya, namun dampaknya bisa merembet ke berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku UMKM, perkantoran, perdagangan, hingga pelayanan publik.















