Palopo, Jurnaltivi.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Aktivis Mahasiswa Luwu Raya (GAM) di Kantor PDAM Kota Palopo berujung ricuh.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap krisis air bersih yang dinilai merugikan masyarakat, sementara kewajiban pembayaran air tetap berjalan meskipun air tidak mengalir.
“Tindakan represif yang terjadi saat aksi unjuk rasa di Pdam Kota Palopo merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sekaligus mencederai nilai-nilai demokrasi, Senin (2/11/2026)”ujar Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Fajar Wasis.
Selain mengecam tindakan represif terhadap massa aksi, Ia juga menyoroti minimnya pengawalan dari pihak kepolisian selama berlangsungnya unjuk rasa.
Menyikapi rangkaian peristiwa tersebut, Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Fajar Wasis, mengecam keras tindakan represif yang diduga dilakukan terhadap massa aksi.
Sebelumnya dalam aksinya, Massa Aksi membentangkan spanduk yang bertuliskan “AIR TIDAK MENGALIR DAN PEMBAYARAN TERUA MENGALIR” dan menyampaikan dua tuntutan utama, yakni evaluasi total terhadap sistem manajemen dan kinerja Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo, serta pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak krisis air bersih.















