Awalnya, massa aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dengan bergantian menyampaikan orasi. Namun, situasi mulai memanas ketika seorang provokator diduga melakukan tindakan represif terhadap massa aksi. Tindakan tersebut kemudian diikuti oleh puluhan orang lainnya yang mengenakan seragam dinas PDAM.
“Pihak kepolisian memiliki tanggung jawab untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan minimnya pengawalan dari aparat kepolisian. Kondisi ini patut dipertanyakan, mengingat pengawalan tersebut sangat penting untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib,”tegas Fajar
Pimpinan GAM tersebut menegaskan bahwa GAM tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk tindakan represif yang dialami kadernya dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami sesama kader GAM, memiliki ikatan persaudaraan dan janji perjuangan yang sama. Ketika salah satu dari kami mengalami tindakan represif saat memperjuangkan hak-hak masyarakat, maka itu menjadi tanggung jawab kita bersama.”jelasnya
Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.















