BeritaNasional

Teknologi Evaporator Vakum hingga Digital Marketing, Ini Cara UNIMEN Tingkatkan Mutu Gula Aren Enrekang

936
×

Teknologi Evaporator Vakum hingga Digital Marketing, Ini Cara UNIMEN Tingkatkan Mutu Gula Aren Enrekang

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Gula aren asli Enrekang selama ini punya cita rasa khas. Namun, para pengrajinnya masih berkutat pada masalah klasik: produksi tak optimal, mutu tak seragam, kemasan sederhana, hingga keterbatasan akses pasar.

Nah, Tim riset Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) pun turun tangan. Bertempat di Desa Tapong, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sabtu (13/6/2026), mereka menggelar serangkaian pelatihan massif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tim PKM UNIMEN mengusung tema besar: “Peningkatan Produktivitas dan Mutu Gula Aren Melalui Penerapan Teknologi Evaporator Vakum, Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan, dan Pemasaran Digital di Desa Tapong Enrekang”. Program ini dirancang untuk memperkuat daya saing usaha gula aren berbasis potensi lokal.

Ketua Tim PKM UNIMEN, Nursyawal Nacing, S.TP., M.Si., menjelaskan bahwa tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga mendorong para pelaku usaha agar melek teknologi dan kebutuhan pasar.

Selama ini pengrajin gula aren kita masih menghadapi banyak tantangan. Dari proses produksi yang belum optimal, standar mutu belum seragam, kemasan sederhana, sampai kesulitan memasarkan produk,” ujar Nursyawal dalam rilis yang diterima Jurnaltivi.com.

Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi yang komprehensif, dari hulu ke hilir. Mulai dari aspek produksi, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran,” sambungnya.

Program PKM UNIMEN ini tak sekadar teori. Ada tiga kegiatan utama yang langsung menyentuh kebutuhan riil para perajin.

1. Teknologi Evaporator Vakum + SOP Mutu

Pelatihan pertama adalah penerapan teknologi evaporator vakum dan pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan. Dipandu langsung oleh Nursyawal, para peserta diperkenalkan pada teknologi yang dinilai mampu mengolah nira aren menjadi gula aren secara lebih efisien dengan kualitas lebih baik.

Yang tak kalah penting, mereka juga didampingi menyusun SOP. Tujuannya, agar produk yang dihasilkan memiliki standar mutu yang konsisten dan sesuai permintaan pasar.

2. Keuangan dan Digital Marketing

Kegiatan kedua dibawakan oleh Imam Akbar, S.Kom., M.Kom. Materinya? Pencatatan keuangan, perencanaan usaha, dan yang paling dinanti: pemasaran digital.

Para perajin dibekali cara mencatat keuangan secara sistematis, menyusun rencana bisnis berkelanjutan, hingga strategi jitu memasarkan gula aren lewat media sosial dan marketplace.

Dengan pelatihan ini, kami berharap masyarakat bisa mengelola usaha lebih profesional. Jangkauan pemasaran juga bisa lebih luas, tembus pasar regional bahkan nasional,” kata Imam Akbar.

3. Inovasi Kemasan dan Branding

Kegiatan ketiga dipandu oleh Wilda Widiawati, S.E.Sy., M.M., yang fokus pada inovasi kemasan dan pendampingan branding. Menurut Wilda, kemasan adalah faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah produk.

Karena itu, kami beri pemahaman tentang desain kemasan yang menarik, ramah lingkungan, dan sesuai tren konsumen saat ini,” jelas Wilda.

Tak hanya itu, masyarakat juga didampingi membangun identitas merek (branding). Agar gula aren Desa Tapong punya ciri khas, mudah diingat, dan punya daya saing kuat di pasar.

Warga Desa Tapong tampak antusias. Partisipasi mereka tinggi di setiap sesi pelatihan. Mereka berharap pendampingan dari Tim PKM UNIMEN terus berlanjut, tidak berhenti sampai di sini.

Dengan sinergi antara teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan pemasaran, program ini diyakini mampu menaikkan kesejahteraan para pengrajin gula aren. Program PKM UNIMEN tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mendorong transformasi usaha menuju tata kelola yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi pasar.

Ke depan, Desa Tapong diharapkan bisa berkembang menjadi salah satu sentra produksi gula aren unggulan di Kabupaten Enrekang. Sentra yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional lewat pemanfaatan teknologi, inovasi kemasan modern, dan strategi pemasaran digital yang adaptif. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *