Selama ini pengrajin gula aren kita masih menghadapi banyak tantangan. Dari proses produksi yang belum optimal, standar mutu belum seragam, kemasan sederhana, sampai kesulitan memasarkan produk,” ujar Nursyawal dalam rilis yang diterima Jurnaltivi.com.
Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi yang komprehensif, dari hulu ke hilir. Mulai dari aspek produksi, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran,” sambungnya.
Program PKM UNIMEN ini tak sekadar teori. Ada tiga kegiatan utama yang langsung menyentuh kebutuhan riil para perajin.
1. Teknologi Evaporator Vakum + SOP Mutu
Pelatihan pertama adalah penerapan teknologi evaporator vakum dan pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan. Dipandu langsung oleh Nursyawal, para peserta diperkenalkan pada teknologi yang dinilai mampu mengolah nira aren menjadi gula aren secara lebih efisien dengan kualitas lebih baik.
Yang tak kalah penting, mereka juga didampingi menyusun SOP. Tujuannya, agar produk yang dihasilkan memiliki standar mutu yang konsisten dan sesuai permintaan pasar.


















