BeritaNasional

Mahasiswa Agroteknologi UNIMEN Tanam Pohon di Hutan Pinus Pasongken, Ajak Waga Jaga Ekosistem

726
×

Mahasiswa Agroteknologi UNIMEN Tanam Pohon di Hutan Pinus Pasongken, Ajak Waga Jaga Ekosistem

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Sebanyak puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) turun langsung ke kawasan hutan pinus di Dusun Pasongken, Desa Buntu Mondong, Kecamatan Buntu Batu. Kegiatan penghijauan itu berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (12-13/6/2026).

Aksi nyata ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga berkolaborasi dengan Kepala Dusun Pasongken. Langkah tersebut menjadi bentuk sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan hutan setempat.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agroteknologi UNIMEN, Alwan, menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan yang mulai terancam. Ia menyebut, aksi itu adalah upaya nyata untuk menjaga keberlanjutan ekologi dan ekosistem di hutan pinus Pasongken.

Hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui kegiatan penghijauan ini, kami ingin berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan ekologi dan ekosistem agar fungsi hutan sebagai penyimpan air, penyangga kehidupan, serta habitat berbagai makhluk hidup tetap terjaga,” ujar Alwan, dalam keterangan tertulis yang diterima Tim JTV, Minggu (14/6/2026).

Alwan mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di Dusun Pasongken tidak dilakukan secara kebetulan. Kawasan tersebut dinilai membutuhkan rehabilitasi segera karena sejumlah pohon pinus telah mati dan tumbang.

Jika tidak segera ditanam kembali, kata dia, fungsi ekologis hutan bisa terus menurun. “Penghijauan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah tantangan lingkungan yang kian kompleks, keterlibatan mahasiswa dalam upaya konservasi menjadi hal yang sangat penting.

Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa bersama Kepala Dusun Pasongken turun langsung ke titik-titik kritis kawasan hutan pinus. Mereka menanam bibit di sejumlah lokasi yang membutuhkan pemulihan tutupan vegetasi.

Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi hutan yang mulai terganggu akibat banyaknya pohon pinus mati dan tumbang. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

Meskipun warga tidak terlibat langsung dalam penanaman, dukungan mereka tetap mengalir dan menjadi penyemangat bagi para mahasiswa di lapangan.

Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan demi keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang,” pungkas Alwan. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *