Enrekang, Jirnaltivi.com – Pemerintah Kabupaten Enrekang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang resmi memulai langkah awal pembangunan tanggul pengendali banjir di bantaran Sungai Saddang, tepatnya di kawasan Swiss, Kelurahan Juppandang.
Proyek yang menguras anggaran hingga Rp11 miliar ini memasuki tahap krusial, yakni pelaksanaan Mutual Check 0 (MC-0) atau verifikasi awal lapangan. Tahapan ini menjadi syarat mutlak sebelum konstruksi fisik dimulai.
Pemantauan langsung dilakukan oleh Bupati Enrekang, Yusuf Ritangnga, didampingi Wakil Bupati Andi Tenri Liwang serta Kepala Dinas PUTR Kabupaten Enrekang, Andi Sapada.
Bupati Yusuf Ritangnga menegaskan bahwa pembangunan tanggul ini merupakan solusi struktural untuk mengatasi luapan Sungai Saddang yang kerap merendam pemukiman dan melumpuhkan aktivitas warga, khususnya di Kelurahan Juppandang.
Kami berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.
Kolaborasi pusat, provinsi, dan daerah adalah kunci infrastruktur tangguh demi keselamatan dan kesejahteraan warga Enrekang,” ujar Yusuf Ritangnga di lokasi, Rabu (8/7).
Ia optimistis, dengan hadirnya tanggul ini, pada musim hujan mendatang kawasan bantaran sungai tidak lagi kebanjiran dan tidak lagi tergenang.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Enrekang, Andi Sapada, memberikan rincian teknis proyek. Ia menjelaskan bahwa pembangunan tanggul batu gajah ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR Pusat.
Nilai proyek mencapai Rp11 miliar dengan panjang tanggul sekitar 1 kilometer. Pengerjaan akan dimulai dalam waktu dekat,” kata Andi Sapada.
Pantauan di lokasi, proyek ini memasuki tahap awal. MC-0 telah berjalan. Masyarakat pun menunggu agar proyek ini mampu menghentikan banjir yang selama ini rutin terjadi saat musim hujan. (Tim/JTV)



















