BeritaNasionalSorotan

Enrekang – Warga Curhat di Kolom FB Bupati Soal Bibir Sungai di Perbatasan Enrekang-Toraja, 2 Rumah dan Jalan Poros Terancam

827
×

Enrekang – Warga Curhat di Kolom FB Bupati Soal Bibir Sungai di Perbatasan Enrekang-Toraja, 2 Rumah dan Jalan Poros Terancam

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Seorang warga Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan menyampaikan keluhan terkait kondisi bantaran sungai di wilayah perbatasan Enrekang-Toraja. Keluhan itu disampaikan melalui kolom komentar akun Facebook Bupati Enrekang, Muh Yusuf Ritangnga.

Warga yang menggunakan akun Facebook bernama Ivan Abdi itu meminta pemerintah segera melakukan peninjauan terhadap kondisi bantaran sungai di Rura, Desa Pana, Kecamatan Alla. Pasalnya, daerah tersebut mengalami pengikisan yang cukup parah hingga mengancam pemukiman dan jalan poros.

“Kami menyampaikan bahwa daerah perbatasan Enrekang-Toraja tepatnya di Rura, Desa Pana, bantaran sungainya perlu dibenahi. Karena sudah berefek pada permukiman dan jalan poros Enrekang-Toraja,” tulis Ivan dalam kolom komentar akun Facebook Bupati Enrekang, dikutip, Kamis (9/7/2026).

Ivan menjelaskan, aliran sungai terus mengikis tebing ke arah barat yang merupakan lokasi jalan poros Enrekang-Toraja serta kawasan permukiman warga. Akibatnya, dua rumah warga telah terdampak, sementara sebagian badan jalan juga mulai mengalami longsor.

Terjadi pengikisan air sungai ke arah barat (jalan poros dan permukiman). Sudah ada dua rumah yang terkena imbasnya dan jalan juga sudah longsor,” lanjutnya dalam unggahan tersebut.

Dalam komentarnya, Ivan juga menandai sejumlah instansi terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas PU Kabupaten Enrekang, serta BPBD Enrekang. Ia berharap agar pemerintah segera menurunkan tim untuk meninjau langsung lokasi.

Hingga berita ini disusun, komentar dari Ivan Abdi belum mendapat balasan atau respons dari akun resmi Bupati Enrekang maupun instansi terkait yang ditandai.

Warga pun berharap penanganan dapat segera dilakukan agar abrasi sungai tidak semakin meluas dan mengancam jalan nasional penghubung Enrekang-Toraja maupun permukiman masyarakat di sekitar lokasi. (Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *