PeristiwaRagam Wisata

Dorong Desa Wisata Dinas Pariwisata Sulbar Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

1805
×

Dorong Desa Wisata Dinas Pariwisata Sulbar Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Sebarkan artikel ini

Majene-Jurnaltivi.com-Dinas Parawisata Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), memberikan pelatihan pengelolaan desa wisata di Hotel Al Masih Barane, Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Rabu (7/2/2024).

Kegiatan pelatihan di awal tahun 2024 ini diikuti 40 orang peserta yang terdiri dari perwakilan sejumlah Desa, BUMDes dan Pokdarwis, serta sejumlah mahasiswa.

Pemateri pelatihan berasal dari Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majene serta Koordinator Wilayah Fotografer Indonesia Sulawesi Barat.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Sulbar, Imelda mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi dalam pengelola desa wisata agar lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Pelatihan ini diselenggarakan dengan metode penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab ,” saat menyampaikan laporan selaku ketua Panitia.

Sementara Anngota DPRD Sulbar, Kalma Katta, mengatakan desa wisata merupakan sebuah konsep pengembangan daerah yang menjadikan desa sebagai destinsasi wisata. Pengelolaan seluruh daya tarik wisata yang tepat diharapkan dapat memberdayakan masyarakat desa itu sendiri.

“Sesuai dengan prinsip utama dalam desa wisata yaitu desa membangun. Prinsip ini berfokus terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif sesuai dengan potensi dan sumber daya lokal,” katanya.

Dengan dilaksanakakannya kegiatan ini kata dia diharapkan para pemuda desa dapat meningkatkan kemampuan diri serta berdampak pada peningkatan PAD.

“Semoga pelatihan ini ada wawasan yang bisa kita ambil, serta dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat dan kepala desanya. Sehingga meningkatkan PAD” ujarnya

Ia juga menjelaskan pengembangan desa wisata diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk percepatan pembangunan desa terpadu untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di dalamnya.

Disebutkan, desa wisata yang telah maju nantinya akan memberikan efek domino berupa peningkatan kualitas lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian budaya.

“Kita sadari bersama bahwa pengetahuan tentang desa wisata sangat dibutuhkan oleh para pelaku wisata dan pengelola desa wisata, sehingga pengelola desa wisata lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Majene,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulbar, Darmawati menyebut, ini adalah pelatihan kedua yang digelar di awal tahun 2024.

“Tahun ini kami Pak PJ Guberbur, paling tidak ada dua desa setiap kabupaten yang lolos ke ADWI, ya minimal 300 besar, tapi diharapkan mampu tembus 50 besar, dan 2022 kemarin satu-satunya Desa Wisata yang masuk 50 besar di Sulbar,” beber Darmawati

Dengan pelatihan ini kata dia, Pemerintah Daerah berusaha meningkatkan kapasitas dan kemampuan personil melalui pelatihan pengelolaan desa wisata sehingga dapat meningkatkan kemampuan para pengelolaa desa wisata.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat mengambil ilmu dan menerapkan ilmunya dalam melayani para wisatawan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata ini bekerjasama dengan manajamen Mcinema.id.(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *