Pemkab Sigi telah menetapkan 25 desa sebagai lokus fokus penanganan stunting di sembilan kecamatan meliputi Kecamatan Sigi Biromaru, Nokilalaki, Palolo, Dolo Selatan, Marawola Barat, Kulawi, Gumbasa, Dolo Barat, dan Dolo.
Baca Juga : https://jurnaltivi.com/2022/05/06/antisipasi-arus-balik-kapolda-sulteng-tinjau-pos-kemanan-bandara-palu/
Dinas Kesehatan Sigi menyatakan stunting atau kekerdilan menghambat tumbuh kembang anak dari sisi fisik tinggi badan serta intelektual.
“Stunting berdampak langsung pada tumbuh kembang anak secara fisik, gangguan intelektual anak, serta pada saat beranjak dewasa mudah terdampak penyakit kronis atau penyakit tidak menular,” kata Kepala Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi Adheleide Krisnawati, di Sigi, Sabtu.
Adheleide menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun, karena kurangnya asupan gizi yang layak sejak masih berada dalam kandungan ibu.
“Kondisi itu ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dari usianya,” ucap Krisnawati.

















