Stunting, kata dia, dapat dikenali atau diketahui oleh orang tua dengan mengenali ciri-cirinya, di antaranya tinggi badan anak lebih pendek dari usianya, jika mengalami gangguan tumbuh kembang secara fisik. Kemudian, gangguan perkembangan intelektual yaitu kecerdasan anak menurun.
Kondisi ini, ujar dia, dipengaruhi oleh beberapa sebab, di antaranya minimnya asupan gizi, infeksi berulang, serta kondisi kesehatan lingkungan seperti minimnya air bersih dan rendahnya kualitas sanitasi.
“Penanganan stunting ditempuh dengan dua skema yaitu intervensi spesifik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan intervensi sensitif yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah terkait, termasuk pemerintah kecamatan dan desa serta mitra terkait,” katanya.(An/JTV)

















