BeritaEdukasiPeristiwa

Berita Video : Viral..! Pelajar di Tana Toraja Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Lapuk

749
×

Berita Video : Viral..! Pelajar di Tana Toraja Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Lapuk

Sebarkan artikel ini

TANA TORAJA, – || Jurnaltivi.com || Miris, ditengah gencarnya pemerintah pusat membangun infrastruktur disejumlah wilayah di Tanah Air, tak serta merta bisa dirasakan masyarakat. Seperti yang terlihat di wilayah Lembang Sarapeang, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, dimana ratusan pelajar harus bertaruh nyawa melewati jembatan lapuk agar bisa sampai ke sekolah.

Aksi para pelajar melewati jembatan lapuk yang menghubungkan Keluruhan Rembon dengan Lembang Sarapeang, di Dusun Sarong, viral dimedia sosial. Setelah video berdurasi 35 detik yang memperlihatkan para pelajar SMP diwilayah tersebut terpaksa menantang maut melewati jembatan lapuk yang sudah termakan usia.

Walau papan lantai jembatan sudah lapuk dan sebagian sudah ditambal dengan kayu bekas, jembatan ini masih saja digunakan warga, padahal kondisinya sudah sangat memprihatinkan dimana jaring pengaman yang ada disamping sudah rusak dan tali sleng jembatan juga sudah terlihat berkarat akibat termakan usia.

Kurangnya perhatian dari pemerintah daerah, membuat warga hingga saat ini masih menggunakan jembatan tersebut, sebab jembatan yang berada di dusun sarong ini menjadi jalur utama penghubung Keluruhan yang setiap hari digunakan warga dan anak sekolah saat melakukan aktifitas.

Piter Sule, salah satu dari sekian warga yang menggunakan jembatan gantung tersebut mengungkapkan jika, sejak lima belas tahun terakhir jembatan di Dusun Sarong tak pernah tersentuh pemerintah, padahal disetiap pelaksanaan musrembang jembatan tersebut selalu disampaikan dalam rapat namun tidak pernah terealisasi.

“Sejak lima belas tahun terakhir jembatan ini tak pernah tersentuh pemerintah, padahal disetiap pelaksanaan musrembang selalu disampaikan dalam rapat namun tidak pernah terealisasi, harapan kami warga semoga jembatan ini segera diperbaiki, karena setiap hari dilalui ratusan warga dan pelajar, Ungkap Piter Sule, Penuh Harap.(Tim/JTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *