Pidato tersebut menyoroti bahwa 117 tahun yang lalu, berdirinya Budi Utomo menandai awal kebangkitan nasional dan kesadaran kolektif bangsa Indonesia untuk menentukan nasib sendiri tanpa bergantung pada kekuatan asing.
Menteri Meutya juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus melanjutkan semangat kebangkitan dengan menjawab tantangan zaman modern, seperti disrupsi teknologi, krisis global, hingga ancaman terhadap kedaulatan digital.
“Kita hidup di zaman peradaban yang bergerak cepat, dan Indonesia tidak hanya menjadi penonton. Kita hadir sebagai mitra dialog dunia, membawa gagasan dan solusi demi manfaat bersama,” lanjutnya.
Dalam 150 hari pertama Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, pemerintah disebut telah menjalankan berbagai program prioritas yang berpihak pada rakyat. Di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 3,5 juta anak, layanan kesehatan gratis yang dirasakan lebih dari 777 ribu orang, serta pembentukan Danantara Investment Agency sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian ekonomi nasional.


















