Peristiwa

Korban Penembakan OTK di Kalukku  Dirawat di Rumah Sakit Selama 18 Hari, Pelaku Belum Ditangkap

307
×

Korban Penembakan OTK di Kalukku  Dirawat di Rumah Sakit Selama 18 Hari, Pelaku Belum Ditangkap

Sebarkan artikel ini

Mamuju, Jurnaltivi.com – Korban penembakan orang tak dikenal (OTK), di Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) sejak lejadian, Minggu (11/5) 2025) hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit. Amunisi yang digunakan pelaku untuk menembak korban masih bersarang di tubuh korban akibat korban tidak memiliki biaya untuk mengeluarkan amunisi tersebut di tubuh korban.

“Korban, Hendriayadi (41) awalnya mencari kemiri di dalam kebun miliknya sekitar pukul 09.00 wita, tiba-tiba korban merasa ada kayu yang menusuk bagian tubuhnya. Korban akhirnya minta bantuan kepada warga akhirnya korban dievakuasi ke Puskesmas terdekat,” ungkap Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur dalam keterangan sama wartawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (28/5/2025).

Makmur, menambahkan, korban sempat diperiksa petugas medis Puskesmas, selanjutnya korban dirujuk ke RSUD Mamuju untuk penanganan lebih lanjut.

“Korban baru diketahui ditembak OTK setelah pihak rumah sakit mengeluarkan hasil ronsen ditubuh korban ditemukan benda mirip proyektil bersarang di tubuh korban,” ujar Makmur pada wartawan.

Lebih jauh Makmur, menjelaskan, pihak Polsek Kalukku, sudah menerima laporan singkat dari keluarga korban pada malam setelah korban di tembak OTK.

“Untuk mengusut pelaku penembakan pihak Polsek Kalukku, mengarahkan keluarga korban untuk buat laporan polisi di Polresta Mamuju. Polresta Mamuju kini sudah menerima laporan dari keluarga korban,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihak penyidik Reskrim saat ini sudah melakukan penyidikan. Pihak penyidik kini sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

“Yang pasti pihak penyidik kini sudah berupaya mengungkap siapa pelaku yang mengakibatkan korban mengalami luka tembak di tubuhnya,” tuturnya.

Korban sendiri saat ini dikabarkan masih di rawat di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Korban saat ini masih menunggu proses operasi untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuh korban.(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *