Friyanto Patabang, sebagai penerima manfaat program ini telah lama tidak memiliki fasilitas toilet yang memadai di rumahnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa sehingga mereka memutuskan untuk menjadikan pembangunan toilet atau WC sebagai fokus pengabdian masyarakat kali ini.
Kegiatan pembangunan dimulai dengan tahap persiapan berupa penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa melalui berbagai kegiatan, mulai dari aksi sosial di jalanan hingga penggalangan melalui media sosial.
Selain itu, mahasiswa juga berhasil menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang sebagai mitra pendukung dana.
“Kami sangat bersyukur, karena tanpa bantuan Baznas Enrekang, tentu tidak akan semudah ini menyelesaikan pembangunan. Mereka memberi dukungan moral dan material yang sangat berarti,” tutur Sem.
Selama lima hari, para mahasiswa bahu-membahu mengerjakan pembangunan WC mulai dari pembuatan septic tank, pemasangan dinding, atap, hingga instalasi pipa air bersih.
Pembangunan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga sarana praktik nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu teknik sipil, terutama terkait konstruksi bangunan kecil dan pengelolaan drainase sederhana.


















