BeritaNasional

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2025, Tekankan Penguatan Nilai Leluhur

1179
×

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2025, Tekankan Penguatan Nilai Leluhur

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Tribun Alun-Alun Lapangan Abu Bakar Lambogo, Enrekang, Senin (2/6/2025).

Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

Upacara ini diikuti oleh Wakil Bupati Enrekang, Ketua TP-PKK, jajaran Forkopimda, ASN, TNI-Polri, perwakilan instansi vertikal, BUMN/BUMD, mahasiswa, pelajar, serta para tamu undangan.

Rangkaian upacara dimulai dengan penghormatan umum kepada inspektur upacara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh delapan orang Pasukan Pengibar Bendera. Setelah itu dilakukan pembacaan teks Pancasila yang diikuti serempak oleh seluruh peserta upacara, serta pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Enrekang Muh. Yusuf Ritangnga membacakan sambutan seragam dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Sambutan tersebut mengingatkan pentingnya Hari Lahir Pancasila sebagai momen peneguhan kembali terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar dan ideologi negara.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” kutip Bupati Yusuf saat membacakan sambutan.

Yudian Wahyudi dalam sambutannya juga menegaskan bahwa Pancasila adalah rumah besar keberagaman yang menyatukan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Karena itu, Pancasila perlu terus diperkuat dan dibumikan di seluruh aspek kehidupan.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya Asta Cita, yakni delapan agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, di mana salah satu agendanya adalah memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

“Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Ekonomi tanpa nilai Pancasila bisa menimbulkan ketimpangan. Teknologi tanpa moral bisa berujung pada dehumanisasi,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, khususnya melalui dunia pendidikan, pemerintahan, ekonomi kerakyatan, hingga ruang digital. Sekolah dan kampus diharapkan tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan bermoral tinggi.

Di bidang pelayanan publik dan pemerintahan, ia menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan mencerminkan keadilan sosial. Begitu pula dalam dunia ekonomi, pembangunan harus berkeadilan dan memberdayakan UMKM dan koperasi agar tidak ada warga yang tertinggal.

Sementara di ruang digital, masyarakat diminta agar tetap menjunjung etika, toleransi, dan literasi digital, serta menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam berinteraksi di dunia maya.

“Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” imbau Yudian Wahyudi dalam sambutan tertulisnya.

Menutup sambutannya, Kepala BPIP mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila bukan hanya peringatan seremonial, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara nyata.

“Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara. Dirgahayu Pancasila! Jayalah Indonesiaku!” tutupnya.

Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa, menandai berakhirnya peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 di Kabupaten Enrekang. (Syafar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *