Mateng, Jurnaltivi.com-Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Lamba Lamba, disegel oleh Kepala Desa (Kades) Lamba Lamba, Kecamatan PANGALE, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) diduga dipicu akibat perbedaan pilihan pada Pilkades lalu.
“Berdasarkan i formasi yang kami kumpulkan di lapangan prnyegelan sekolah PAUD dilakukan oleh Kades Lamba Lamba diduga dipicu oleh beda pilihan pada saat Pilkades lalu. Pemilik Yayasan Bunda Kasih beda pilihan dengan Kades terpili,” ungkap Kadis Pendidikan, Marhuding, yang dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (24/7/2025).
Marhuding, menambahkan, selain itu penyegelan juga dipicu akibat adanya persaingan sekolah PAUD antara kerabat Kades dengan pemilik Yayasan Bunda Kasih.
“Jumlah siswa baru yang diterima oleh PAUD Bunda Kasih yang disegel oleh Kades Lamba Lamba jauh lebih banyak dari PAUD yang dikelolah oleh kerabat Kades,” jelasnya.
Untuk menyelesaikan polemik penyegelan sekolah PAUD di Desa Lamba Lamba tersebut pihak Dinas Pendidikan Mateng, sudah turun ke lokasi. Dari hasil tim yang turun kondisi sekolah masih terpasang palang.
“Sekolah masih disegel pihak Kades belum membuka segel sekolah. Akibat dari aksi penyegelan tersebut proses belajar dan mengajar masih terhambat,” jelas Marhuding pada wartawan.
Dia menambahkan, pihak Dinas Pendidikan saat ini juga akan menghadiri RDP undangan DPRD Mateng untuk membahas aksi penyegelan sekolah tersebut.
“Dengan turun tangannya pihak DPRD Mateng untuk menyelesaikan polemik sekolah tersebut polemik PAUD Vunda Kasih dapat selesai. Siswa PAUD yang ada di sekolah tersebut dapat mengikuti proses pelajaran kembali normal seperti sedia kala,” tuturnya.
Berita terkait, sekolah PAUD yang ada di Desa Lamba Lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) disegel oleh Kepala Desa (Kades Pangale), Rabu (23/7/2025). Akibat aksi penyegelan yang dilakukan oleh Kades tersebut puluhan siswa PAUD Yayasan KB Kasih Bunde terpaksa belajar di rumah warga.
“Aksi penyegelan terhadap PAUD Yayasan KB Kasih Bunda sudah yang kedua kalinya ini. Penyegelan pada awalnya hanya dipicu akibat dari pihak desa tidak sepakat dengan pergantian Kepsek terhadap anak Ketua Yayasan yang diangkat jadi Kepsek karena Ketua Yayasan terangkat menjadi PPPK di Dinas Pendidikan Mateng,” ungkap Anugrah, Ketua Yayasan KB Kasih Bunda, dalam keterangannya melalui sambungan telepon.(m1)


















