Peristiwa

Gegara Pesta Ballo Seorang Pria di Kecamatan Tommo Diganco Kepalanya dan Kabarnya Diancam Senpi

1559
×

Gegara Pesta Ballo Seorang Pria di Kecamatan Tommo Diganco Kepalanya dan Kabarnya Diancam Senpi

Sebarkan artikel ini

Mamuju, Jurnaltivi.com-Gegara pesta miras jenis tradisional (ballo) seorang pria di Desa Leling Utara, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) di ganco kepalanya pakai ganco kelapa sawit. Selain itu korban juga kabarnya sempat diancam pakai Senjata Api (Senpi) oleh pelaku.

“Awalnya pelaku tidak diajak minum Miras di rumah anak saya, saat melintas pelaku singgah dan ikut minum Miras bersama dengan temannya,” ungkap korban Awi, saat ditemui di rumahnya oleh wartawn media ini, Sabtu (23/8/2025).

Awi, menambahkan, pelaku saat minum ballo sering memperlihatkan senjatanya ke kerabat yang lagi minum Miras. Warga tidak terlalu mempersoalkannya. Karena pelaku dianggap petugas.

“Kondisi sempat memanas kelompok yang minum miras sempat terlibat perkelahian. Selanjutnya oknum yang membawa senjata mencoba meletuskan senjata yang dipegangnya namun tidak meletus. Akhirnya pelaku melempar Senpi yang dibawahnya tersebut,” jelas korban.

Lebih jauh korban menjelaskan, seorang rekan pelaku pembawa Senpi tersebut tiba tiba memukul korban. Bahkan korban diganco oleh pelaku dengan ganco buah sawit. Akibatnya kepala korban robek dan berdarah.

“Kepala saya mengalami robek dan sempat dijahit di Puskesmas terdekat. Jahitan luka yang ada di kepala saya sekitar 13 jahitan,” ujar korban.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, yang dihubungi wartawan media ini melalui sambungan telepon membenarkan adanya laporan korban di ganco kepalanya di Desa Leling Utara.

“Saat ini pihak Polsek Tommo sementara mengejar pelaku. Pihak Polsek kini juga sementara melakukan swiping di perbatasan dimana pelaku bisa melarikan diri keluar dari Kecamatan Tommo,” kata Herman Basir.

Menyinggung soal adanya ancaman Senpi yang dilakukan oleh pelaku kepada warga yang lagi pesta miras, belum bisa dipastikan.

“Berdasarkan informasi yang didapat Polsek Tommo di TKP, informasi adanya ancaman Senpi dilakukan oleh pelaku hanya cerita dari mulut ke mulut,” jelasnya. (m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *