Peristiwa

Rujab Wabup Mamuju Belum Dihuni Selain Karena Ambruk Juga Belum Ada Air dan Listrik

239
×

Rujab Wabup Mamuju Belum Dihuni Selain Karena Ambruk Juga Belum Ada Air dan Listrik

Sebarkan artikel ini

Mamuju, Jurnaltivi.com-Plafon bangunan rumah jabatan (Rujab) Wakil Bupati Mamuju, ambruk dan menuai perhatian publik.Menyikapi ambruknya plafon tersebut Wakil Bupati Mamuju, enggan mrngomentari dia terkesan irit memberikan komentar ke Media soal proyek APBD Mamuju yang menelan 1,5 Miliar itu.

“Untuk sementara saya tidak bisa memberikan komentar lebih soal ambruknya plafon rumah jabatan ( Rujab ) wakil bupati Mamuju, ” ungkap Wabup Mamuju, Yuki Pramana, saat dihubungi wartawan media ini, Senin (15/9/2025).

Yuki menambahkan, Rujab tersebut saat ini belum bisa ditempati karena fasilitas utamanya masih banyak yang kurang.

“Belum ada komen dinda karena belum ada listrik, air dan isinya dinda, “ kata Yuki.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rujab wakil bupati Mamuju yang berada di jalan Pengayoman, Sulawesi Barat, terlihat plafonnya alami rusak. Nampak terlihat plafon teras bangunan ambruk.

Dan hal ini sempat menjadi perhatian warga setempat.

“Rujab ini ambruk saat hujan deras dia hari lalu, ambruknya plafon tersebut sempat membuat kaget warga sekitar karena bunyinya cukup keras,” ungkap Fadli, seorang warga yang ditemui warga di lokasi Rujab Wabup

Fadli, menambahkan, ambruknya plafon Rujab Wabup Mamuju ini sudah yang kedua kalinya. Yang pertama terjadi pada beberapa bulan lalu dan kali ini kembali ambruk.

“Kejadian ambruknya Rujab ini bukan yang pertama kalinya, kejadian ini sudah yang kedua kalinya,” jelasnya.

Pantauan di lapangan memperlihatkan kerusakan terjadi pada bagian plafon depan bangunan. Ironisnya, proyek senilai Rp1,5 miliar ini baru rampung sekitar setahun lalu namun hingga kini belum ditempati oleh Wakil Bupati Mamuju.

Rujab yang dibangun dengan skema dua tahap—tahap pertama sekitar Rp900 juta dan tahap kedua Rp600 juta lebih—menggunakan anggaran APBD Mamuju tahun 2023. Saat ini kondisi bangunan terkesan terbengkalai dengan halaman yang mulai ditumbuhi rumput.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas PUPR Mamuju, Alexander, mengaku baru mengetahui kabar kerusakan tersebut setelah dikonfirmasi wartawan.

“Saya baru tahu kalau plafonnya ambruk. Nanti saya akan panggil kontraktornya untuk memastikan kondisi bangunan itu,” ujarnya melalui sambungan WhatsApp, Senin (15/9/2025).

Diketahui, insiden kerusakan plafon ini bukan yang pertama kali terjadi pada bangunan rujab tersebut.(m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *