Ketua pelaksana, Wilda Widiawati, menegaskan bahwa penerapan teknologi pemurnian dan pemasaran digital sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan potensi kelapa secara optimal untuk mendukung ekonomi desa,” ujarnya.
Nursyawal Nacing menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini bergantung pada kemauan masyarakat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru.
“Transfer teknologi dan pengetahuan harus dibarengi dengan keseriusan masyarakat agar potensi lokal bisa dimaksimalkan,” katanya.
Sedangkan Yunus Busa menyampaikan komitmen tim untuk terus memperluas jejaring kemitraan petani kelapa agar lebih berdaya saing di pasar nasional.
“Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi antarpetani dan mitra usaha agar VCO Enrekang dapat menjadi produk unggulan daerah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, mitra Kelompok Tani Makmur kini memahami cara memproduksi VCO berkualitas tinggi, sementara mitra PCM Desa Tungka mulai mampu membangun manajemen kemitraan dan memasarkan produk secara digital melalui website yang telah dikembangkan bersama tim Kosabangsa.


















