BeritaEdukasiNasionalOpini

CERITA BILQIS : Itha Karen Ingatkan Selaku Orang Tua Harus Lebih Waspada

424
×

CERITA BILQIS : Itha Karen Ingatkan Selaku Orang Tua Harus Lebih Waspada

Sebarkan artikel ini

Opini : Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan, Itha Karen

JURNALTIVI.COM, MAKASSAR – CERITA BILQIS : Di sebuah pagi cerah di Makassar, tawa Bilqis—anak berusia empat tahun—menggema di Taman Pakui Sayang.

Matanya yang penuh cahaya, menjadi bagian dari suasana riuh para pemain tenis di lapangan, orang dewasa yang berlalu lalang dan anak-anak yang juga sementara bermain di sana. Namun dalam sekejap, tawa itu terputus.

Bilqis hilang dari pandangan, terseret dalam rencana gelap orang dewasa yang ingin menjadikannya komoditas.

Hari-hari berikutnya adalah gulungan cemas. Orang tua menangis, masyarakat berdoa dan membantu untkencari jejak.Bilqis lewat seluruh media sosial yang mereka punyai, dan teman-teman aparat penegak hukum bekerja tanpa henti.

Nama Bilqis menjadi doa bersama, menjadi simbol betapa rapuhnya perlindungan anak di ruang publik. Enam hari kemudian, kabar itu datang: Bilqis ditemukan jauh di Jambi, setelah melewati tangan-tangan yang ingin menjual masa depannya. Ia kembali ke pelukan keluarga, namun luka ketakutan itu tidak mudah hilang.

Kisah Bilqis ini, bukanlah sekadar cerita penculikan. Kisah pilu Bilqis adalah alarm keras bahwa anak-anak kita masih rentan terhadap jaringan perdagangan manusia. Melihat runuta peristiwa dan bagaimana Bilqis berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan begitu cepat membuat kita bisa belajar banyak hal dan memetik manfaat dari kisah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *