“Pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk Basarnas, untuk meminimalkan dampak bencana. Situasi kedaruratan dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan terhadap siapa saja. Oleh karena itu, kesiapan dan koordinasi merupakan kunci utama dalam upaya penyelamatan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan operasi SAR di wilayah perbatasan, berbagai aspek diplomatik, administratif, dan keamanan harus dipastikan berjalan dengan baik. Didi menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menjembatani keterbatasan sumber daya masing-masing negara serta memastikan respons cepat terhadap kecelakaan atau bencana yang terjadi di area perbatasan.
Sambungnya, jika insiden terjadi di perbatasan, seluruh prosedur harus jelas—baik komunikasi antarlembaga, mekanisme diplomatik, maupun teknis pelaksanaan operasi. Hal ini penting agar penanganan dapat dilakukan tanpa hambatan, mengingat yang menjadi prioritas adalah penyelamatan jiwa manusia.
Reviu kerja sama yang dilaksanakan meliputi penyelarasan dokumen kerja sama dengan perkembangan situasi terkini.

















