“Penimbangan dan pengukuran balita secara rutin menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan stunting. Data yang dihasilkan sangat menentukan arah kebijakan dan intervensi gizi yang tepat sasaran,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, DKPPKB Sulbar juga terus mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan Program PAsti PADU, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui intervensi gizi, edukasi keluarga, serta pemberdayaan masyarakat. (**)


















