Mamuju, Jurnaltivi.com-Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat merespons rilis Berita Resmi Statistik yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, Suri Handayani, pada Kamis, 5 Februari 2026 lau. Respons ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan kebijakan pembangunan berbasis data dan evaluasi kinerja ekonomi daerah.
Melalui analisis komprehensif terhadap empat indikator utama, yaitu pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, ketimpangan (Gini Ratio), dan ketenagakerjaan, Bapperida Sulbar menilai arah pembangunan daerah menunjukkan tren positif.
Capaian tersebut dinilai sejalan dengan kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam menjaga stabilitas pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Meski demikian, Bapperida menegaskan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam peningkatan kualitas penciptaan lapangan kerja dan pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi.
Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menyampaikan bahwa narasi utama dari hasil analisis data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat relatif solid dan inklusif. Kondisi tersebut diikuti penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan, namun masih terdapat tekanan pada pasar tenaga kerja serta distribusi pengeluaran kelompok masyarakat miskin.

















