Penting juga adanya strategi komunikasi dalam menggerakkan sekolah termasuk mengadopsi budaya dan nilai-nilai lokal, misalnya di Sulawesi Selatan ada budaya siri’ napacce dan sipakatau. Ini semua adakah kemuatan-kekuatan yang perlu diambil dalam menyatukan kekuatan kepemimpinan,” jelasnya.
Dwi Santoso berpesan kepada seluruh mahasiswa yang sekaligus sebagai pendidik “hindari menggunakan kata negatif dalam pembelajaran di sekolah. Ganti dengan kata-kata positif, karena hanya cara seperti ini pendidikan kita akan lebih baik”.
Kuliah Umum turut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Barru, Dr. Fiptar, Direktur PPS UNIMEN, Dr. Yunus Busa, Ketua Prodi S2 Pendidikan Dasar, Dr. Suparman serta dosen PPS. (Tim/JTV)


















