Menurutnya, keberadaan kader tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu, tetapi juga menjadi penghubung antara layanan kesehatan dengan masyarakat di tingkat paling dekat.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan ibu dan anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan dan gizi,” kata dr. Nursyamsi, Jumat 13 Maret 2026.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan, pembinaan, serta penguatan kelembagaan Posyandu agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas.
“Provinsi bersama 6 Kabupaten terus berkolaborasi mendorong peningkatan jumlah kader yang terlatih dan naik strata, sehingga Posyandu tidak hanya aktif, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” tambahnya. (**)


















