Berita

Gula Industri rafinasi Kembali Beredar Di Pasaran Di Wilayah Sulsel, Aparat Kepolisian Tinggal Diam

552
×

Gula Industri rafinasi Kembali Beredar Di Pasaran Di Wilayah Sulsel, Aparat Kepolisian Tinggal Diam

Sebarkan artikel ini

Lanjut menambahkan, dalam pengembangan kasus, aparat juga menelusuri jalur distribusi gula rafinasi di Sulawesi Selatan. Dari hasil penyelidikan awal, sejumlah distributor disebut berada dalam rantai distribusi tersebut, namun empat di antaranya adalah, PT Padi Mas Prima, UD Benteng Baru, UD Putra Gowa, UD Malino. Distributor tersebut diduga berperan dalam proses distribusi gula rafinasi sebelum akhirnya masuk ke pasar konsumsi.

“Namun setelah pengungkapan tersebut, perkembangan penyelidikan tidak lagi banyak terdengar di ruang publik, sementara itu, di lapangan gula rafinasi masih ditemukan beredar di sejumlah pasar tradisional” jelas Salim Adik kandung mantan Wakapolda Sulsel, Irjen Pol (purn) Dr Drs H Syahrul Mamma SH MH ini.

Salah satu faktor utama yang membuat gula rafinasi mudah masuk ke pasar konsumsi adalah perbedaan harga, dimana gula rafinasi umumnya lebih murah dibandingkan gula kristal putih yang diproduksi dari tebu untuk konsumsi rumah tangga.

“Perbedaan harga tersebut membuat sebagian pedagang memilih menjual gula rafinasi karena lebih mudah bersaing di pasar, namun dampaknya tidak hanya pada konsumen, distribusi gula rafinasi ke pasar konsumsi juga dapat menekan harga gula kristal putih milik petani tebu. Jika gula rafinasi terus masuk ke pasar rakyat, gula produksi petani berpotensi sulit terserap oleh pasar”katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *