Dalam tuntutannya, massa aksi juga meminta agar Badan Kehormatan DPRD Sulbar tidak berhenti pada pemeriksaan administratif semata, melainkan mengambil langkah tegas apabila dugaan pelanggaran terbukti. Mereka mendesak sanksi berat, termasuk pemberhentian, terhadap oknum yang bersangkutan bila terbukti melakukan pelanggaran etik maupun penyalahgunaan kewenangan.
Aksi demonstrasi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Sulawesi Barat maupun dari oknum anggota DPRD berinisial “R” terkait laporan dan tuduhan yang disampaikan Aliansi Rakyat Bersatu.(m1)

















