Dari sisi operasional, SPJM mencatatkan performa positif di sejumlah layanan utama. Layanan docking melalui anak usaha PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) mencatat realisasi 12 unit kapal. Pada segmen pengelolaan alur pelayaran, realisasi berbasis tonase mencapai 8,25 juta ton, sementara pengelolaan alur berbasis box mencapai 99% dari target.
Kinerja layanan pendukung pelabuhan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Realisasi air bersih mencapai 679.837 ton, listrik sebesar 59,76 juta kWh, sementara layanan waste management menjadi salah satu pendorong kinerja dengan realisasi mencapai 310% dari RKAP. Dan juga, layanan oil spill response (OSR) tercatat mencapat target sebesar 118% dari RKAP 2026.
Pada lini Equipment, anak usaha PT BIMA mencatat availability alat sebesar 89,20%, atau 105% dari RKAP, dengan tingkat keandalan yang terjaga melalui MTTR dan MTBF yang stabil.
Dari sisi neraca, total aset SPJM per Maret 2026 tercatat tumbuh 18% YoY. Ekuitas juga meningkat naik 20% YoY. Penguatan likuiditas tercermin dari arus kas operasi melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta saldo kas tumbuh 60% YoY.














