Bagi Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, dua fakta tersebut memberikan pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar polemik sesaat.
Menurutnya, pemerintahan yang sehat bukan hanya mampu bekerja, tetapi juga mampu membuka ruang komunikasi yang sama kepada seluruh media.
“Media bukan musuh pemerintah. Media adalah jembatan antara pemerintah dan rakyat. Ketika jembatan itu dipersempit, yang muncul bukan ketenangan, melainkan ruang bagi berbagai persepsi.”ujar Ketum Perjosi Salim Dajti Mamma saat dihubungi Kamis (25/6/2026)
Bung Salim mengatakan bahwa banyak kepala daerah masih memandang media sebagai alat publikasi semata.
Padahal fungsi utama pers adalah menjalankan kontrol sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sementara hak masyarakat memperoleh informasi dijamin dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Menurut Mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks) mengungkapkan, apabila pemerintah hanya berkomunikasi melalui media tertentu atau kanal internal pemerintah, maka informasi publik menjadi tidak optimal.


















