Kasus bullying masih menjadi persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk di perguruan tinggi. Model bimbingan konseling kelompok ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa sekaligus mempersempit potensi terjadinya perilaku bullying,” kata Muliyadi dalam sidang terbuka promosi doktor.
Ia menjelaskan, model yang dikembangkan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam proses bimbingan konseling kelompok. Pendekatan tersebut dirancang tidak hanya membantu mahasiswa memahami dampak bullying, tetapi juga menumbuhkan empati, tanggung jawab, serta kesadaran untuk membangun lingkungan akademik yang lebih sehat.
Menurut Muliyadi, integrasi nilai keislaman dalam layanan bimbingan dan konseling menjadi pendekatan yang relevan untuk memperkuat pendidikan karakter di perguruan tinggi Muhammadiyah.
Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Abdullah Pandang sebagai promotor dan Prof. Abdullah Sinring sebagai ko-promotor. Keduanya menilai model yang dikembangkan memiliki potensi untuk diterapkan sebagai salah satu pendekatan bimbingan konseling dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.



















