“Malam ini kita tidak hanya berkumpul untuk merayakan Milad ke-28 IJTI. Kita berkumpul karena ada sesuatu yang sedang kita rasakan bersama. Jurnalisme sedang berubah. Industri pers sedang tertekan. Dan jurnalis berada di tengah-tengah perubahan itu,” katanya saat memberikan sambutan.
Menurut Sardi, perubahan distribusi informasi menuju platform digital telah ikut menggeser pola bisnis media dan belanja iklan secara signifikan.
“Kita melihat bagaimana distribusi informasi berpindah begitu cepat ke platform digital Belanja iklan bergeser. Perusahaan pers menghadapi tekanan ekonomi,” jelasnya.
Apalagi, tekanan industri tersebut berjalan bersamaan dengan meningkatnya tuntutan terhadap jurnalis untuk menghasilkan informasi secara cepat dan dalam jumlah semakin besar.
“Di sisi lain, jurnalis dituntut bekerja semakin cepat, semakin banyak, tetapi belum tentu diikuti dengan kesejahteraan dan perlindungan yang memadai,” ujarnya.
Persoalan perlindungan jurnalis, lanjutnya, semakin nyata karena pekerjaan jurnalistik kerap menghadapkan wartawan pada berbagai bentuk tekanan ketika menjalankan tugas.















