Toraja Utara, Jurnaltivi.com – Pemberlakuan penggunaan Barcode saat membeli BBM disejumlah SPBU di Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, dikeluhkan para sopir sebab dianggap belum tersosialisasi dengan baik hingga memicu antrian panjang di depan Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum.
“Sebenarnya bagus, cuman tidak semua sopir tau, apalagi yang dari kampung, jadinya ya begini kita harus antri, mana kalau tidak ada barcode tidak dilayani, jadi antrian kendaraan muluber kejalan, keluh Rahmat sopir travel.
Kurangnya sosialisasi terhadap pemberlakuan barcode di SPBU, membuat sejumlah sopir kewalahan, bahkan dengan terpaksa para sopir yang sudah antri berjam-jam karena tak mempunyai barcode terpaksa mengisi BBM jenis Pertamax.

Hal itu dilakukan para sopir, karena pihak SPBU tak lagi melayani pembelian BBM yang disubsidi pemerintah jika tak menunjukan barcode, bahkan beberapa sopir di SPBU terlihat kesal karena tak mengetahui jika pemberlakuan barcode sudah diterapkan.


















