BeritaNasional

Unimen dan UMI Kolaborasi Bina Petani Enrekang dengan Teknologi Trichoderma

513
×

Unimen dan UMI Kolaborasi Bina Petani Enrekang dengan Teknologi Trichoderma

Sebarkan artikel ini

Enrekang, Jurnaltivi.com – Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian jagung yang ramah lingkungan, Tim Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menggelar pelatihan pembuatan dan perbanyakan Trichoderma menggunakan media jagung.

Kegiatan yang digelar di Dusun Asaan, Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka pada 2 September 2025 ini menggandeng Kelompok Tani Tunas Muda Asaan dan Remaja Peduli Lingkungan Desa Kadingeh.

Baharuddin, Ketua Pelaksana Kosabangsa UNIMEN, menjelaskan teknologi Trichoderma corn ini merupakan terobosan dalam mengatasi berbagai masalah pertanian jagung.

“Trichoderma berperan sebagai biofungisida, biostimulan, dan biofertilizer yang dapat mengendalikan penyakit tular tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, sekaligus ramah lingkungan,” ujar Baharuddin.

Tak hanya trichoderma, petani juga dilatih membuat trichokompos grow yang difermentasi dengan bioaktivator trichoderma. Suharman, Ketua Program Studi Agroteknologi UNIMEN, menekankan pentingnya inovasi ini bagi kesuburan tanah.

“Pupuk ini tidak hanya menyediakan unsur hara, tetapi juga mengandung populasi trichoderma aktif untuk mendukung kesehatan tanah,” jelas Suharman.

Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas dalam pelatihan ini. Mustamin, Ketua Kelompok Tani Tunas Muda Asaan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program Kosabangsa.

“Kami berharap teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian khususnya jagung dan holtikultura di sini,” ucap Mustamin.

Sementara Muhadir dari Remaja Peduli Lingkungan menambahkan, produk hasil pelatihan ini tidak hanya untuk kebutuhan sendiri, tapi juga berpotensi dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan petani.

Program kolaborasi antara UNIMEN dan Universitas Muslim Indonesia ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi peningkatan produktivitas pertanian jagung di Enrekang, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (Syafar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *